After all, leaving does leave quite the bitter aftertaste...

★
Namanya Jon Kasamba. Jon tidak tahu motivasi di balik pemberian namanya—jangankan ia, kedua orangtuanya pun tidak tahu. Sang ibu meyakinkannya bahwa nama “Jon Kasamba” terdengar seperti bintang laga tahun ‘80-an, sehingga itu yang ia coba buat dirinya percaya hingga kini. Hidupnya baik-baik saja, menjajaki panggung demi panggung sebagai gitaris dari sebuah band rock indie ibukota bernama Merah Merana yang dirintis bersama teman-teman terdekatnya.
────
TOKYO, dan skena musik bawah tanahnya.
Bagi band indie seperti Merah Merana yang popularitasnya sebatas satu atau dua lagu hit di kalangan muda-mudi kota-kota besar, tawaran tampil di salah satu live house skala kecil di Shinjuku bagi mereka adalah sesuatu yang kelak mengubah arah musik mereka sekali dan selamanya. Bagaimana tidak? Ini berarti musik yang dibuat oleh Jon dan teman-temannya dapat sampai ke telinga-telinga orang di luar cakupan pendengar Merah Merana waktu itu.
Awalnya, Jon dan Merah Merana tidak ingin menghabiskan waktu lebih dari lima hari di Jepang. Datang, tampil, berkeliling sejenak, kembali ke tanah air. Tidak disangka, setelah penampilan mereka malam itu, seorang produser musik lokal mengajak Merah Merana rekaman barang satu atau dua lagu karena ia menyukai warna musik mereka. Lima hari yang direncanakan pun berubah menjadi dua minggu.
Dua minggu.
Hanya butuh waktu dua minggu bagi Jon untuk dengan bodohnya, sepenuhnya, jatuh cinta dengannya.
“Kenalin, gue Isa. Jarang-jarang ada band Indo jauh-jauh dateng buat tampil di live house kayak gini.”
Shinjuku malam itu untuk Jon menjadi ladang kesempatan; tempatnya dan Merah Merana mengepakkan sayap di dunia musik, dan tempatnya mengukir nama di tulang rusuk Isa untuk pertama kalinya.
Mungkin pada Isa, Jon menemukan rumah walau rumah ribuan kilometer jauhnya dari Tokyo. Ada nyaman, hangat, dan sedikit rasa memiliki di sana. Di sela-sela produksi dan rekaman, ia banyak menghabiskan waktu terpisah dari teman-temannya menjelajahi apapun yang bisa dijelajahi dari Tokyo bersama Isa yang jadwal penerbangan pulangnya berdekatan dengannya dan Merah Merana. Jon menemani Isa ke tempat-tempat yang ingin dikunjunginya, dan di malam-malam tertentu, membiarkan hasrat mengambil kendali dan berbagi kasih.
Di titik ini, Jon tidak lagi melihat jalan selain bahwa ia lebih dari bersedia untuk melanjutkan apa yang dipunyai oleh keduanya dalam dua minggu yang banyak mereka habiskan bersama. Tapi sayang, waktu dan rasa lolos dari genggamannya. Ketika Jon menemukan arti dari selamanya dalam diri Isa, bagi Isa, Jon hanyalah seseorang yang ditemuinya ketika berlibur.
| : | :: |
|---|---|
| Nama | Jon Kasamba |
| Nama panggilan | Jon, Joni, Masjon (oleh anggota Merah Merana dan kebanyakan pekerja industri musik) |
| Tempat, tanggal lahir | Vancouver, 23 Januari 1999 |
| Pekerjaan | Musisi (gitaris dari Merah Merana) |
| MBTI | ENFP |
| Klaim wajah | Nobuo Terashima dari Nana |
Trivia.
- Jon memiliki BMW E30 berwarna putih keluaran tahun 1988 yang ia beri nama Jimi Nyentrik (pelesetan dari Jimi Hendrix, musisi legendaris panutannya).
- Sensitif terhadap perubahan suhu atau cuaca.
- Ritual pre-show yang kerap dilakukannya mencakup: memakai kaus kaki yang tidak senada dan mendengarkan lagu "Vancouver" milik Jeff Buckley.
- Di antara semua anggota Merah Merana, hanya Jon yang tidak merokok dan toleransi alkoholnya pun paling rendah.
- Jon memiliki kebiasaan memberi nama barang-barang berharga miliknya. Seperti bagaimana ia menamai mobil kesayangannya 'Jimi Nyentrik', kedua gitar yang paling sering menemaninya di atas panggung pun ia beri nama, dengan Fender Stratocaster putih yang ia namai Jacqueline (dari lagu Franz Ferdinand dengan judul sama), dan Gibson Les Paul hitam yang ia namai Jolene (dari lagu Dolly Parton dengan judul sama).
- Anak bungsu dari tiga bersaudara. Ada sebuah anekdot di balik kelahirannya yang akan dikisahkan di lain waktu.
Karakter orisinil (OC) Jon Kasamba diciptakan untuk kebutuhan bermain peran di agensi tertutup (CA) Gadai Mantan. Kesamaan dalam bentuk apapun dan dengan siapapun merupakan sebuah ketidaksengajaan.